Berikut Syair nya oleh Syaikh Yusuf An Nabhani
عَلى رأسِ هذا الكون نعل محمّدٍ
عَلَت فجميعُ الخلق تحت ظلالهِ
Di puncak alam semesta ini pernah bertengger sandal Nabi Muhammad, • Sehingga seluruh makhluk berada di bawah naungannya
لَدى الطورِ موسى نوديَ اِخلع وأحمدٌ
عَلى العرشِ لم يؤذن بخلع نعالهِ
Di Bukit Thursina, nabi Musa pernah diperintahkan “Lepaslah (sandalmu)” • Sementara Ahmad (nama lain Nabi Muhammad), di atas ‘Arsy, tidak diizinkan melepas sandalnya
Qultu:
Saking agungnya kedudukan kanjeng Nabi Muhammad, sampai-sampai alas kaki beliau tidak diperkenankan untuk dilepas, saat “menghadap” langsung.
Sementara di bukit Thur pernah ada nabi yang diperintahkan untuk lepas sandal saat mau “menghadap”, padahal menghadapnya di balik hijab/tabir.
Jika perihal sandal beliau saja begitu amat sangat dimuliakan, bagaimana pula dengan Syari’at suci yang agung yang beliau bawa dalam mengemban misi risalah kepada seru sekalian alam..





