MELIPATGANDAKAN PAHALA DZIKIR

Sebelumnya kami cantumkan dzikir tahlil ( لا إله إلا الله ) lalu menyertakan setelah itu beberapa macam redaksi yang dimaksudkan bahwa dzikirnya sebanyak itu. Untuk dibaca di 10 hari pertama Dzul Hijjah ini. Misal:

لا إله إلا الله عدد ورق الأشجار

Tiada sesembahan selain Allah, sebanyak daun yang ada pada pepohonan.

Maksudnya, meski dzikir kita tidak kita ulang-ulang sebanyak dedaunan tersebut –yang jumlahnya tentu sangat amat banyak dan kita tidak akan mampu–, namun dengan menyebutkan demikian (sebanyak daun yang ada pada pepohonan) akan bisa mendapatkan keutamaan seperti mengulang-ulangnya sebanyak daun tersebut.

Apakah ini diajarkan Nabi? Benar, Nabi pernah mengajarkan seperti itu. Dalam sebuah riwayat hadits disebutkan:

عن ﺃﺑﻲ ﺃﻣﺎﻣﺔ «ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻣﺮ ﺑﻪ ﻭﻫﻮ ﻳﺤﺮﻙ ﺷﻔﺘﻴﻪ، ﻓﻘﺎﻝ: ﻣﺎﺫا ﺗﻘﻮﻝ ﻳﺎ ﺃﺑﺎ ﺃﻣﺎﻣﺔ؟ ﻗﺎﻝ: ﺃﺫﻛﺮ ﺭﺑﻲ، ﻗﺎﻝ: ﺃﻻ ﺃﺧﺒﺮﻙ ﺑﺄﻛﺜﺮ ﻭﺃﻓﻀﻞ ﻣﻦ ﺫﻛﺮﻙ اﻟﻠﻴﻞ ﻣﻊ اﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭاﻟﻨﻬﺎﺭ ﻣﻊ اﻟﻠﻴﻞ؟ ﺃﻥ ﺗﻘﻮﻝ: ﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻋﺪﺩ ﻣﺎ ﺧﻠﻖ، ﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻣﻞء ﻣﺎ ﺧﻠﻖ، ﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻋﺪﺩ ﻣﺎ ﻓﻲ اﻷﺭﺽ والسماء، ﻭﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻣﻞء ﻣﺎ ﻓﻲ اﻷﺭﺽ ﻭاﻟﺴﻤﺎء، ﻭﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻋﺪﺩ ﻣﺎ ﺃﺣﺼﻰ ﻛﺘﺎﺑﻪ، ﻭﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻣﻞء ﻣﺎ ﺃﺣﺼﻰ ﻛﺘﺎﺑﻪ، ﻭﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻋﺪﺩ ﻛﻞ ﺷﻲء، ﻭﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻣﻞء ﻛﻞ ﺷﻲء، ﻭﺗﻘﻮﻝ: اﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻣﺜﻞ ﺫﻟﻚ»

رواه النسائي وابن حبان

Dari Abu Umāmah: “Bahwa Nabi ﷺ melewatinya sementara ia menggerak-gerakkan kedua bibirnya. Maka beliau bersabda: ‘Apa yang engkau ucapkan wahai Abu Umāmah?’ Ia menjawab: ‘Aku sedang berzikir kepada Rabbku.’ Beliau bersabda: ‘Maukah aku beritahukan kepadamu sesuatu yang lebih banyak dan lebih utama daripada zikirmu sepanjang malam bersama siang, dan sepanjang siang bersama malam?’ (Yaitu) engkau mengucapkan:

ﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻋﺪﺩ ﻣﺎ ﺧﻠﻖ، ﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻣﻞء ﻣﺎ ﺧﻠﻖ، ﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻋﺪﺩ ﻣﺎ ﻓﻲ اﻷﺭﺽ والسماء، ﻭﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻣﻞء ﻣﺎ ﻓﻲ اﻷﺭﺽ ﻭاﻟﺴﻤﺎء، ﻭﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻋﺪﺩ ﻣﺎ ﺃﺣﺼﻰ ﻛﺘﺎﺑﻪ، ﻭﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻣﻞء ﻣﺎ ﺃﺣﺼﻰ ﻛﺘﺎﺑﻪ، ﻭﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻋﺪﺩ ﻛﻞ ﺷﻲء، ﻭﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻣﻞء ﻛﻞ ﺷﻲء

(Mahasuci Allah sebanyak jumlah makhluk yang Dia ciptakan. Mahasuci Allah sepenuh apa yang Dia ciptakan. Mahasuci Allah sebanyak apa yang ada di bumi dan langit. Mahasuci Allah sepenuh apa yang ada di bumi dan langit. Mahasuci Allah sebanyak apa yang dicatat oleh kitab-Nya. Mahasuci Allah sepenuh apa yang dicatat oleh kitab-Nya. Mahasuci Allah sebanyak segala sesuatu. Mahasuci Allah sepenuh segala sesuatu.)

Dan engkau juga mengucapkan:

الحمد لله

(Segala puji bagi Allah) seperti itu pula.”

(HR An Nasa’i dan Ibnu Hibban)

Dalam hadits lain juga diceritakan:

ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ، ﻋﻦ ﺟﻮﻳﺮﻳﺔ، ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ ﻋﻨﺪﻫﺎ ﺑﻜﺮﺓ ﺣﻴﻦ ﺻﻠﻰ اﻟﺼﺒﺢ، ﻭﻫﻲ ﻓﻲ ﻣﺴﺠﺪﻫﺎ، ﺛﻢ ﺭﺟﻊ ﺑﻌﺪ ﺃﻥ ﺃﺿﺤﻰ، ﻭﻫﻲ ﺟﺎﻟﺴﺔ، ﻓﻘﺎﻝ: «ﻣﺎ ﺯﻟﺖ ﻋﻠﻰ اﻟﺤﺎﻝ اﻟﺘﻲ ﻓﺎﺭﻗﺘﻚ ﻋﻠﻴﻬﺎ؟» ﻗﺎﻟﺖ: ﻧﻌﻢ، ﻗﺎﻝ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ” ﻟﻘﺪ ﻗﻠﺖ ﺑﻌﺪﻙ ﺃﺭﺑﻊ ﻛﻠﻤﺎﺕ، ﺛﻼﺙ ﻣﺮاﺕ، ﻟﻮ ﻭﺯﻧﺖ ﺑﻤﺎ ﻗﻠﺖ ﻣﻨﺬ اﻟﻴﻮﻡ ﻟﻮﺯﻧﺘﻬﻦ: ﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻭﺑﺤﻤﺪﻩ، ﻋﺪﺩ ﺧﻠﻘﻪ ﻭﺭﺿﺎ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﺯﻧﺔ ﻋﺮﺷﻪ ﻭﻣﺪاﺩ ﻛﻠﻤﺎﺗﻪ”

dari Ibnu ‘Abbas, dari Juwairiyah, bahwa Nabi ﷺ keluar dari sisinya pada pagi hari setelah menunaikan salat Subuh, sementara ia sedang berada di tempat salatnya. Kemudian beliau kembali setelah waktu Dhuha, dan ia masih tetap duduk. Maka beliau bersabda:

‘Apakah engkau masih dalam keadaan seperti saat aku meninggalkanmu tadi?’ Ia menjawab: ‘Ya.’ Maka Nabi ﷺ bersabda: ‘Sungguh aku telah mengucapkan setelah meninggalkanmu empat kalimat, sebanyak tiga kali. Seandainya ditimbang dengan apa yang engkau ucapkan sejak hari ini, niscaya empat kalimat itu akan lebih berat, yaitu:

ﺳﺒﺤﺎﻥ اﻟﻠﻪ ﻭﺑﺤﻤﺪﻩ، ﻋﺪﺩ ﺧﻠﻘﻪ ﻭﺭﺿﺎ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﺯﻧﺔ ﻋﺮﺷﻪ ﻭﻣﺪاﺩ ﻛﻠﻤﺎﺗﻪ

(Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak jumlah makhluk-Nya, sebesar keridaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalimatNya)”

HR Muslim dan Abu Dawud

Dari hadits tersebut disimpulkan:

1. Dzikir dengan bentuk semacam itu boleh hukumnya, dan diajarkan oleh Nabi

2. Dzikir tersebut tidak terbatas pada lafazh tasbih, namun juga bisa menggantinya dengan tahmid, sebagaimana disebutkan:

“Dan engkau juga mengucapkan:

الحمد لله

(Segala puji bagi Allah)

seperti itu pula.”

atau yang lain, seperti takbir maupun tahlil. misalnya:

سبحان الله عدد كل شيء

الحمد لله عدد كل شيء

الله أكبر عدد كل شيء

لا إله إلا الله عدد كل شيء

3. Pahalanya bisa bertambah besar dan berlipat ganda. Dimana Nabi mengatakan:

ﺃﻻ ﺃﺧﺒﺮﻙ ﺑﺄﻛﺜﺮ ﻭﺃﻓﻀﻞ ﻣﻦ ﺫﻛﺮﻙ اﻟﻠﻴﻞ ﻣﻊ اﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭاﻟﻨﻬﺎﺭ ﻣﻊ اﻟﻠﻴﻞ؟

“Maukah aku beritahukan kepadamu sesuatu yang lebih banyak dan lebih utama daripada zikirmu sepanjang malam bersama siang, dan sepanjang siang bersama malam?”

ﻟﻮ ﻭﺯﻧﺖ ﺑﻤﺎ ﻗﻠﺖ ﻣﻨﺬ اﻟﻴﻮﻡ ﻟﻮﺯﻧﺘﻬﻦ

“Seandainya ditimbang dengan apa yang engkau ucapkan sejak hari ini, niscaya empat kalimat itu akan lebih berat”

Demikian, semoga bermanfaat.

Khadim Mahad Darul Muttaqin