RABB = RUPIAH?

Asli, menganggap segala urusan di dunia ini solusinya hanya rupiah, adalah akidah materialistis. Menganggap uang adalah segalanya, dan akhirnya menghamba kepada uang. Jauh-jauh hari Nabi telah mengingatkan: تعس ﻋﺒﺪ اﻟﺪﻳﻨﺎﺭ ﻭاﻟﺪﺭﻫﻢ ﻭاﻟﻘﻄﻴﻔﺔ، ﺇﻥ ﺃﻋﻄﻲ ﺭﺿﻲ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻌﻂ ﻟﻢ ﻳﺮﺽ . ﺃﺧﺮﺟﻪ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ.Celakalah hamba Dinar, Dirham, dan Pakaian Mewah. Jika dikasih ia suka, tapi jika tidak ia marah. HR Al Bukhari ﺃﺭاﺩ بعبد اﻟﺪﻳﻨﺎﺭ ﻭاﻟﺪﺭﻫﻢ ﻣﻦ اﺳﺖﻋﺒﺪﺗﻪ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻳﻄﻠﺒﻬﺎ ﻭﺻﺎﺭ كالعبد ﻟﻬﺎ”Yang dimaksud hamba Dinar dan Dirham adalah orang yang diperbudak oleh dunia. Ia mencari-carinya, sampai jadi seperti budaknya.”… وﺟﻌﻞ ﺭﺿﺎﻩ ﻭﺳﺨﻄﻪ ﻣﺘﻌﻠﻘﺎ ﺑﻨﻴﻞ ﻣﺎ ﻳﺮﻳﺪ ﺃﻭ ﻋﺪﻡ ﻧﻴﻠﻪ ﻓﻬﻮ ﻋﺒﺪﻫ . “… dan ia menjadikan suka dan marahnya hanya terkait dengan dapat atau tidak dari apa yang diinginkannya.”ﻓﻤﻦ اﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ ﻳﺴﺖﻋﺒﺪﻫ ﺣﺐ اﻹﻣﺎﺭاﺕ ﻭﻣﻨﻬﻢ ﻣﻦ ﻳﺴﺘﻌﺒﺪﻩ ﺣﺐ اﻟﺼﻮﺭ ﻭﻣﻨﻬﻢ ﻣﻦ ﻳﺴﺘﻌﺒﺪﻩ ﺣﺐ اﻷﻃﻴﺎﻥ. “Di antara manusia ada yang diperbudak oleh cinta kekuasaan, cinta rupa/bentuk-bentuk fisik, cinta tanah/properti.”ﻭاﻋﻠﻢ ﺃﻥ اﻟﻤﺬﻣﻮﻡ ﻣﻦ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻳﺒﻌﺪ اﻝﻋﺒﺪﻭﻳﺸﻐﻠﻪ ﻋﻦ ﻭاﺟﺐ ﻃﺎﻋﺘﻪ ﻭﻋﺒﺎﺩﺗﻪ ﻻ ﻣﺎ ﻳﻌﻴﻨﻪ ﻋﻠﻰ اﻷﻋﻤﺎﻝ اﻟﺼﺎﻟﺤﺔ ﻓﺈﻧﻪ ﻏﻴﺮ ﻣﺬﻣﻮﻡ ﻭﻗﺪ ﻳﺘﻌﻴﻦ ﻃﻠﺒﻪ ﻭﻳﺠﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺗﺤﺼﻴﻠﻪ”Ketahuilah bahwa yang tercela dari dunia ini adalah setiap apa yang dapat menjauhkan seorang hamba dan menyibukkannya dari kewajiban taat dan ibadah. Bukan perkara dunia yang dapat memudahkannya dalam beramal saleh. Karena itu tidak tercela, dan ada kalanya hukumnya wajib untuk dicari dan diperoleh (misal mencari nafkah untuk keluarga).”(Subulus Salam, al Amir As Shan’ani)